Majalah ini membahas tentang aids: semakin mengerikan, sekali lagi mengenal aids, cara ampuh mengusir tikus, kerjasama bidan dan dukun bayi di bojonegoro, waspadai kanker payudara sediri dini, potret remaja dalam survei BKKBN, ibu rumah tangga rentan terkena HIV/Aids dst.
Majalah ini membahas tentang kita patut gelisah, bidan takut wartawan, hadapi pers dengan sikap yang tepat, trik menghadapi wartawan, wartawan gojlokan kawah candradimuka, cara lain , media kecil cari uang, pernikahan dini picu kematian ibu, pendidikan multikultural dll.
Majalah ini membahas tentang keberhasilan KB salah satu sukses bidan Indonesia, pentingnya memahami strategi, jangan ragu manfaatkan jampersal, hati-hati minuman bersoda bagi ibu hamil, bidan asih sri murni, bidan indri hapsari nugraheni, guru dan bidan digerebek dst.
Majalah ini membahas tentang di 61 tahun, kita benahi diri dan banyak bekerja, berani bertanggunga jawab, kita prihatin akan nasib generasi muda, perkembangan moral pada anak, jampersal berjalan mulus dst.
Majalah ini berisi tentang mengenang peran bidan, memfungsikan metafora sebagai media pendidikan keluarga, air putih: gunanya bagi ibu hamil, masih perlukah basa basi?, program jampersal, balangan masih kekurangan bidan desa, bidan tewas akibat bentrok desa, bidan desa kecewakan orangtua pasien, bidan desa sering tinggalkan tempat tugas dst.
Majalah ini membahas tentang cinta profesi sudah harus ditanamkan semenjak dini, pelajaran untuk anak berkebutuhan khusus, minat bidan ikut jampersal masih rendah, bidan keluhkan potongan, jujur: kunci sehat berkeluarga, 200 desa belum memiliki bidan, anka kematian ibu dan bayi di sumbawa meningkat dst.
Majalah ini membahas tentang menjadi bidan: bersumpah atau disumpah?, ciptakan ketergantungan orang lain kepada diri anda, dampak tayangan siaran televisi pada anak, begitu sulitkah kita hidup?, tangani jampersal dengan sepenuh hati, jampersal di demak tekan angka kematian ibu dan anak, jampersal dorong peserta KB dll.
Majalah ini membahas tentang HIV/aids masalah bersama yang harus tuntas, mengunjungi kampung bocah penderita HIV/Aids, pencegahan lebih baik dari pengobatan, sms penyebaran aids lewat tusuk gigi beredar, bidan muda penuh potensi, pengabdian tanpa pamrih, puskesmas pembantu desa babalan demak, idealnya 2 bidan desa, kotabaru kekurangan bidan desa dll.